Ketika Hari Ibu Dirayakan dengan Menarik Napas
- Rendy Ariyanto
- Dec 23, 2025
- 2 min read

Pagi belum sepenuhnya terangkat di Mangga Besar ketika aroma lavender tipis menyambut langkah-langkah perempuan yang menaiki lift ke lantai sepuluh RS Husada. Di Auditorium Sasana Adiwarna, matras yoga digelar rapi. Nafas ditarik perlahan.
Sabtu itu, Hari Ibu dirayakan bukan dengan seremoni, melainkan dengan hening—yang sengaja dihadirkan.
Sekitar 150 peserta memenuhi ruang. Ada calon pengantin, ibu muda, juga perempuan yang masih menimbang-nimbang masa depan. Mereka datang untuk satu hal yang sama: memahami tubuh dan pikirannya sendiri. Di sinilah Ruang Hening Indonesia berkolaborasi dengan RS Husada menggelar Workshop Hari Ibu 2025 bertema “Ibu Sehat, Keluarga Kuat: Dari Pra-Nikah hingga Menjadi Mindful Mother”.
Rangkaian acaranya sengaja dirancang pelan. Yoga dan aroma experience membuka pagi, disusul meditasi mindfulness. Bukan sekadar relaksasi, tapi ajakan berdamai dengan diri sendiri. Di sesi talkshow, dokter kandungan dan praktisi mindfulness berbicara tentang kesehatan perempuan sebagai satu kesatuan—fisik, mental, dan emosional. Tak terpisah, tak saling meniadakan.
Di tengah acara, sebuah inisiatif diperkenalkan: Paket Bundling Pre-Marital Check Up dan Kelas Pra Nikah. Bukan hanya soal hasil laboratorium, tetapi kesiapan mental dan emosional sebelum memasuki pernikahan. Sebuah upaya kecil, kata penyelenggara, agar keluarga dibangun dari kesadaran, bukan sekadar kewajiban.
Ruang Hening Indonesia, sebagai ekosistem wellbeing berbasis aplikasi, membawa pendekatan mindfulness ke ruang medis yang selama ini identik dengan diagnosis dan resep. Sementara RS Husada—rumah sakit yang berdiri sejak 1924—menunjukkan wajah lain layanan kesehatan: profesional, tapi tetap humanis.
Menjelang siang, peserta diajak hospital tour. Lorong-lorong rumah sakit berubah menjadi ruang belajar. Tentang reproduksi, tentang tubuh perempuan, tentang pilihan-pilihan yang kerap luput dibicarakan.
Hari Ibu pagi itu berakhir tanpa gegap gempita. Yang tersisa adalah kesadaran kecil: kesehatan ibu bukan urusan pribadi semata. Ia fondasi keluarga. Dan keluarga, pada akhirnya, adalah fondasi masyarakat.
Artikel ini juga dimuat di https://topview.id/hari-ibu.html



Comments